Syekh Puji membuat kegemparan. Milyarder yang konon memang nyentrik ini menghebohkan jagad perkawinan di indonesia. Usianya yang empat puluhan menikah dengan gadis kecil usia 12 tahun (seusia SMP kelas 1). Paling tidak ada 3 pertanyaan yang menggumpal di dada.
Pertama, tentang poligami. Poligami menjadi kontroversi yang tak henti terutama di tanah air kita ini. Banyak alasan untuk menolak poligami di antaranya bahwa laki-laki Indonesia secara fisik dan mental tidak terlalu membutuhkan poligami. Alasan lain adalah karena praktek poligami pada masyarakat sering diartikan dengan penindasan. Banyak laki-laki yang poligami kemudian mengabaikan hak-hak istri pertama. Mbok enom biasanya lebih disayang, jatahnya lebih banyak, gilirannnya lebih lama dll. Tentu ini bertentangan dengan prinsip Islam yaitu keadilan.
Kedua, pernikahan di bawah umur. Pantaskah anak usia 12 tahun dinikahi?
Jawabannya menjadi sangat relatif. Islam membuat garis batas kedewasaan bukan berdasarkan usia tapi berdasarkan syarat cukup. Ketika seorang wanita telah mengalami haid, maka ia telah dewasa. Artinya semua beban dan tanggung jawab telah penuh berada di pundaknya. Termasuk dalam hal ini pernikahan. Mungkin kuiltur masyarakat kita belum menganggap bahwa (bersambung)
Kamis, 30 Oktober 2008
Rabu, 29 Oktober 2008
PNS dulu, kini dan esok
Ayahku PNS, Guru SD di desa. pengabdiannya pada masyarakat membuatnya disegani dan dihormati. Semua keluarganya bangga, nenekku (aku sdh tak menjumpai kakaekku) begitu bangga dengan ayahku, anak keduanya. Ayahku berjuang untuk meneruskan studinya. Saat itu pilihan hidup tak terlalu banyak. tani menjadi pilihan hampir semua orang yang sudah mulai berusia belasan tahun. tapi ayahku nekat, walaupun harus dengan memeras keringat membanting tulang beliau melanjutkan studinya. Konon namanya SGB (sekolah guru B). Lamanya 4 tahun, jangan tanya jauhnya. Yang pasti keringat bercucuran ketika sampai di sekolah adalah hal biasa. Menyeberang sungai yang kalau banjir tak bisa dilewati adalah hal biasa. Hasilnya, ayahku termasuk segelintir orang yang berhasil membuka jendela ilmu di desaku dan sekitarnya. 40 tahun mengabdi sebagai PNS guru. luar biasa. Ayahku mewariskan semangat pengorbanan dan pengabdian kepada seluruh anaknya. Sikap terbuka, menerima kelebihan dan kekurangan, kemandirian dalam bersikap sangat menonjol untuk ukuran beliau sebagai seorang yang dianggap "priyayi". Satu hal yang sangat tabu bagi anak-anaknya adalah sikap iri. Ayahku menekankan bahwa bisa jadi semua anaknya akan menerima nasib yang berbeda, jangan sampai iri apalagi dengki, jangan rebutan harta orang tua. Alhamdulillah, walaupun secara materi tidak semua anaknya sukses tapi untuk urusan kerukunan, kejujuran semua anak-anaknya mampu menunjukkkan bakti kepada ayah tercinta. Kami tidak pernah diajari untuk mengambil hak orang lain.
PNS dulu lain dengan sekarang. Kalau melihat ayahku yang digaji oleh negara tak seberapa walaupun harus mengajar di kaki sebuah gunung, hati ini menjadi bimbang. Akankah perjuangan para pendahulu yang sedemikian mengaharu biru penuh pengorbanan menjadi sia-sia oleh para abdi negara yang bekerja tanpa dedikasi? Tak tahulah, yang jelas di antara banyak pekerjaan, menjadi PNS lah yang paling enak. Gaji jelas, karir jelas, kontrol tak jelas, kadang pekerjaan pun tak jelas.
Semoga gundah ini hanya sebersit ketidaktahuan. Kuyakinkan diriku bahwa masih terlalu banyak manusia penuh dedikasi di bumi Indonesia tercinta, paling tidak untuk waktu yang akan datang ketika para da'i mulai mengepakkan sayapnya di jajaran birokrasi negeri ini.
PNS dulu lain dengan sekarang. Kalau melihat ayahku yang digaji oleh negara tak seberapa walaupun harus mengajar di kaki sebuah gunung, hati ini menjadi bimbang. Akankah perjuangan para pendahulu yang sedemikian mengaharu biru penuh pengorbanan menjadi sia-sia oleh para abdi negara yang bekerja tanpa dedikasi? Tak tahulah, yang jelas di antara banyak pekerjaan, menjadi PNS lah yang paling enak. Gaji jelas, karir jelas, kontrol tak jelas, kadang pekerjaan pun tak jelas.
Semoga gundah ini hanya sebersit ketidaktahuan. Kuyakinkan diriku bahwa masih terlalu banyak manusia penuh dedikasi di bumi Indonesia tercinta, paling tidak untuk waktu yang akan datang ketika para da'i mulai mengepakkan sayapnya di jajaran birokrasi negeri ini.
Senin, 27 Oktober 2008
Doaku
1. Ya Allah kuatkanlah imanku sehingga aku menjadi barisan orang-orang yang bertakwa sampai akhir hayatku.
2. Ya Allah jadikanlah aku sebagai bagian dari ornag-orang yang berjuang di jalanMu sampai ajal menjemputku.
3. Ya Allah jadikan hidupku sebagai bagian dari manfaat.
4. Ya Allah jadikanlah matiku dalam keadaan menolong agamaMu
5. Ya Allah jadikanlah istri-istriku dan anak keturunanku hamba-hamba yang beriman dan berjuang di jalanmu.
6. Ya Allah jadikanlah ilmu selalu menghiasi hidupku. Mudahkanlah hambaMu ini dalam menuntut ilmu dan mudahkanlah dalam mengajarkan kepada orang lain.
7. Ya Allah berilah kami rezeki yang melimpah dan barokah.
2. Ya Allah jadikanlah aku sebagai bagian dari ornag-orang yang berjuang di jalanMu sampai ajal menjemputku.
3. Ya Allah jadikan hidupku sebagai bagian dari manfaat.
4. Ya Allah jadikanlah matiku dalam keadaan menolong agamaMu
5. Ya Allah jadikanlah istri-istriku dan anak keturunanku hamba-hamba yang beriman dan berjuang di jalanmu.
6. Ya Allah jadikanlah ilmu selalu menghiasi hidupku. Mudahkanlah hambaMu ini dalam menuntut ilmu dan mudahkanlah dalam mengajarkan kepada orang lain.
7. Ya Allah berilah kami rezeki yang melimpah dan barokah.
Memburu sang pemimpi
Luar biasa,
mungkin setelah sekian lama tak terlalu tertarik membaca novel kegilaanku muncul lagi. Dulu aku suka mencuri-curi waktu untuk membaca novel picisan kakakku. kemarin ketika akan ada perpisahan dengan kepala sekolah dan pengawasku terpaksa aku mencari buku ke gramedia. Tidak ada kenangan yang pantas bagi mereka kecuali buku (mereka terlalu kaya untuk yang lain). kusempatkan ke gramedia, kubuka buku demi buku. Banyak tema kupilih, akhirnya kutemukan buku ketika cinta bertasbih. Ayat-ayat cinta sempat kunikmati sepotong-sepotong di harian republika, maka ketika muncul bukunya tak terlalu tertarik untuk mencari. Tapi ketika melihat provokasi di pendahuluan buku ketika cinta bertasbih rasanya tak ada yang lain. kupilih dua seri sekaligus. Konylnya buku yang mestinya tetap utuh samapai besok terpaksa kubuka dan kunikmati sampai jam dua belas malam. Terpaksa aku lupakan anak dan istriku walau mereka riuh di depanku. wah.
Sebagai gantinya aku mendapat kenangan buku dari pak Hasto (sudah kuduga). Judulnya tak asing : Laskar Pelangi. belum sempat aku mambaca buku yang menghebohkan itu. Tapi begitu berada dihadapnku tanpa ampun kulahap sampai habis. Provokasi masih berlanjut, karena buku itu memuat gambar dan sedikit ulasan buku kedua : Sang Pemimpi. Beli? dari mana uang? pinjem? tak ada orang bodoh meminjamkan buku. cara paling mudah dengan hunting di internet. Sempat membuncah kebahagiaan karena berhasil unduh dari berbagai situs. Tapi apa daya hanya sepotong-sepotong. inilah nasib orang yang tak punya uang untuk sekedar beli buku. Biarlah akan kutunggu sampai ada ebook yang lengkap. semoga cukup membangun inspirasi. ndrea hirata cukup mampu membangun sensasi dalam setiap episode cerita, seakan-akan ada klimaks dalam setiap bab. itu yang mengasyikkan. Akankah aku kembali menjadi penikmat buku yang rela meneteskan air mata karena pedasnya mata saking lamanya membaca buku? saya kira tidak, kepenatan lahir batin masih menghadang di depan mata. mungkin aku berada pada titik jenuh yang paling dalam sehingga membutuhkan letupan dahsyat untuk kembali berkarya dengan sebaiknya. Semoga
mungkin setelah sekian lama tak terlalu tertarik membaca novel kegilaanku muncul lagi. Dulu aku suka mencuri-curi waktu untuk membaca novel picisan kakakku. kemarin ketika akan ada perpisahan dengan kepala sekolah dan pengawasku terpaksa aku mencari buku ke gramedia. Tidak ada kenangan yang pantas bagi mereka kecuali buku (mereka terlalu kaya untuk yang lain). kusempatkan ke gramedia, kubuka buku demi buku. Banyak tema kupilih, akhirnya kutemukan buku ketika cinta bertasbih. Ayat-ayat cinta sempat kunikmati sepotong-sepotong di harian republika, maka ketika muncul bukunya tak terlalu tertarik untuk mencari. Tapi ketika melihat provokasi di pendahuluan buku ketika cinta bertasbih rasanya tak ada yang lain. kupilih dua seri sekaligus. Konylnya buku yang mestinya tetap utuh samapai besok terpaksa kubuka dan kunikmati sampai jam dua belas malam. Terpaksa aku lupakan anak dan istriku walau mereka riuh di depanku. wah.
Sebagai gantinya aku mendapat kenangan buku dari pak Hasto (sudah kuduga). Judulnya tak asing : Laskar Pelangi. belum sempat aku mambaca buku yang menghebohkan itu. Tapi begitu berada dihadapnku tanpa ampun kulahap sampai habis. Provokasi masih berlanjut, karena buku itu memuat gambar dan sedikit ulasan buku kedua : Sang Pemimpi. Beli? dari mana uang? pinjem? tak ada orang bodoh meminjamkan buku. cara paling mudah dengan hunting di internet. Sempat membuncah kebahagiaan karena berhasil unduh dari berbagai situs. Tapi apa daya hanya sepotong-sepotong. inilah nasib orang yang tak punya uang untuk sekedar beli buku. Biarlah akan kutunggu sampai ada ebook yang lengkap. semoga cukup membangun inspirasi. ndrea hirata cukup mampu membangun sensasi dalam setiap episode cerita, seakan-akan ada klimaks dalam setiap bab. itu yang mengasyikkan. Akankah aku kembali menjadi penikmat buku yang rela meneteskan air mata karena pedasnya mata saking lamanya membaca buku? saya kira tidak, kepenatan lahir batin masih menghadang di depan mata. mungkin aku berada pada titik jenuh yang paling dalam sehingga membutuhkan letupan dahsyat untuk kembali berkarya dengan sebaiknya. Semoga
Kamis, 25 September 2008
Susu Kambing : Sembuhkan Asma
Ida Rahmawati panik bukan kepalang ketika wajah buah hatinya Sekar Ayu Dyah Larasati membiru. Mata bocah 5 tahun itu terpejam. Napasnya tersengal-sengal seperti tercekik. Berkali-kali Ida menepuk-nepuk pipi anaknya, tetapi Dyah tak merespon. Ia bergegas membawa Dyah ke Rumah Sakit Usada Insani, Tangerang, Provinsi Banten. Diagnosis dokter, siswa Taman Kanak-kanak itu mengidap asma.
Bayangan 5 tahun silam melintas di benak Ida Rahmawati. Ia ingat persis, ‘pada umur 6 bulan, Dyah kerap batuk-batuk dari jam 02.00 sampai 04.00,’ ujar Ida. Dokter hanya meresepkan sirop obat batuk dan antibiotik. Beberapa bulan berselang, timbul gatal-gatal pada kulit. Ia pun kembali memeriksakan Dyah ke dokter. Hasilnya, Dyah divonis alergi susu sapi. Oleh karena itu Ida mengganti susu bubuk sapi dengan susu bubuk kedelai. Penggantian itu memang menghilangkan gatal-gatal pada kulit Dyah. Namun batuk pada malam hari tak kunjung reda.
Bahkan setahun kemudian, batuknya semakin parah. Napas tersengal-sengal seperti tercekik. Ida Rahmawati menyambangi dokter lain untuk mengetahui penyebab batuk berkepanjangan itu. Saat itulah ia tahu, Dyah mengidap asma karena alergi susu sapi. Sejak diagnosis asma itulah, Dyah yang saat itu berusia 2,5 tahun mengkonsumsi puyer antialergi 6 kali sehari. Kebiasaan itu berlangsung hingga Dyah berusia 7 tahun. Untuk memberikan pertolongan segera, Ida menyiapkan alat bantu pernapasan nebulizer dan tabung oksigen ukuran 80 cm.
Stres
Obat dan piranti itu tak juga membantu kesembuhan Dyah. Buktinya ia sering opname karena serangan asma. ‘Obat dan nebulizer sudah tidak mampu menolongnya,’ ujar sang bunda. Hampir setiap 6 bulan Dyah dirawat di rumahsakit selama 2-3 hari. Asma Dyah kambuh terutama saat udara panas. Di sekolah yang dilengkapi pendingin ruangan, asma Dyah tak pernah kambuh. Namun, begitu pulang karena udara panas napasnya terengah-engah.
Menurut dr Mohamad Soleh, asma bisa kambuh salah satunya bila dipicu stres. Stres bisa secara fisik maupun psikis. Stres fisik bisa karena panas, dingin, lelah atau karena penyakit lain. Asma Dyah kambuh saat udara panas bukan udara dingin seperti asma pada umumnya. Menurut dr Imelda Magaritha asma adalah gangguan pernapasan karena alergi. Gangguan itu berupa penyempitan saluran pernapasan yang menghambat udara keluar dari paru-paru. Asma dapat kambuh jika sistem kekebalan terpicu oleh penyebab alergi. Penyebab alergi berbeda setiap individu, misalnya alergi susu sapi, udara dingin, debu atau stres.
Ketika upaya penyembuhan secara medis tak menggembirakan, Ida mencoba pengobatan tradisional. Atas saran kerabatnya, ia memberikan berbagai obat tradisional seperti hati kelelawar, hati kura-kura, dan hati unta pada waktu yang berbeda. Dosisnya 50 gram 3 kali sehari. Sayang, kesembuhan itu belum juga muncul.
Toleransi
Pada Oktober 2005, seorang rekan menyarankan untuk mencoba susu kambing. Barharap kesembuhan pada anaknya, Ida pun menuruti saran itu. Ia memesan 10 liter dengan harga 15.000 per liter. Susu kambing dikemas 200 ml, Ida mesti memanaskannya sebelum memberikan susu itu kepada Dyah. Sekali minum Dyah menghabiskan 200 ml dengan frekuensi 3 kali sehari. Efek terlihat pada 3 bulan pertama. Batuk pada malam hari mereda dan napas tersengal tidak terdengar lagi.
Setelah 3 bulan mengkonsumsi susu kambing, asupan puyer antialergi dihentikan. Pada 3 bulan kedua susu kambing diberikan hanya 2 kali sehari. Untuk selanjutnya sampai sekarang Dyah tetap meminum susu kambing, tapi cukup sekali sehari. Setelah rutin mengkonsumsi susu kambing, setahun terakhir asma Dyah tidak pernah kambuh. Tidak ada lagi acara bolak-balik ke rumahsakit. Nebulizer yang setia memberi oksigen pun teronggok di sudut kamar.
Yang terpenting, gadis cilik berusia 9 tahun itu sudah bisa tertawa lepas saat bermain dengan teman-temannya. Tidak akan terdengar lagi larangan ibunya untuk menahan tawa dan gerakan kala asyik bermain. Bagaimana duduk perkara susu kambing mengobati asma? dr Imelda Margaritha menuturkan susu kambing meningkatkan daya tahan tubuh. Itu lantaran kandungan mineral berupa magnesium, klorida dan selenium yang bagus untuk metabolisme tubuh.
Susu kambing biasanya dikaitkan dengan asma karena alergi susu sapi. Jika seseorang alergi susu sapi, sebenarnya dia alergi dengan gula atau protein dalam susu sapi atau dikenal dengan sebutan ? A1 kasein; susu kambing, betakasein. Susu kambing hanya mengandung 4-4,1% gula laktosa sehingga masih ditolerir untuk orang yang alergi laktosa. Bandingkan dengan kadar laktosa susu sapi yang berkisar 4-7% Jadi, penderita asma sembuh atau reda setelah minum susu kambing, berarti dia alergi dengan komponen yang ada pada susu sapi atau produk dari susu sapi. Jika tidak reda, maka pemicu asma bukan karena alergi dengan komponen tadi.
Susu kambing bisa dikonsumsi dalam bentuk cair, bubuk bahkan tablet. Dalam hal kestabilan zat aktif (protein, mineral, vitamin), susu kambing tablet lebih stabil daripada bubuk dan cair. Apa pun pilihannya, susu kambing terbukti mujarab mengatasi asma seperti yang dialami Sekar Ayu Dyah Larasati. (Nesia Artdiyasa)
dikutip dari http://www.trubus-online.com/
Bayangan 5 tahun silam melintas di benak Ida Rahmawati. Ia ingat persis, ‘pada umur 6 bulan, Dyah kerap batuk-batuk dari jam 02.00 sampai 04.00,’ ujar Ida. Dokter hanya meresepkan sirop obat batuk dan antibiotik. Beberapa bulan berselang, timbul gatal-gatal pada kulit. Ia pun kembali memeriksakan Dyah ke dokter. Hasilnya, Dyah divonis alergi susu sapi. Oleh karena itu Ida mengganti susu bubuk sapi dengan susu bubuk kedelai. Penggantian itu memang menghilangkan gatal-gatal pada kulit Dyah. Namun batuk pada malam hari tak kunjung reda.
Bahkan setahun kemudian, batuknya semakin parah. Napas tersengal-sengal seperti tercekik. Ida Rahmawati menyambangi dokter lain untuk mengetahui penyebab batuk berkepanjangan itu. Saat itulah ia tahu, Dyah mengidap asma karena alergi susu sapi. Sejak diagnosis asma itulah, Dyah yang saat itu berusia 2,5 tahun mengkonsumsi puyer antialergi 6 kali sehari. Kebiasaan itu berlangsung hingga Dyah berusia 7 tahun. Untuk memberikan pertolongan segera, Ida menyiapkan alat bantu pernapasan nebulizer dan tabung oksigen ukuran 80 cm.
Stres
Obat dan piranti itu tak juga membantu kesembuhan Dyah. Buktinya ia sering opname karena serangan asma. ‘Obat dan nebulizer sudah tidak mampu menolongnya,’ ujar sang bunda. Hampir setiap 6 bulan Dyah dirawat di rumahsakit selama 2-3 hari. Asma Dyah kambuh terutama saat udara panas. Di sekolah yang dilengkapi pendingin ruangan, asma Dyah tak pernah kambuh. Namun, begitu pulang karena udara panas napasnya terengah-engah.
Menurut dr Mohamad Soleh, asma bisa kambuh salah satunya bila dipicu stres. Stres bisa secara fisik maupun psikis. Stres fisik bisa karena panas, dingin, lelah atau karena penyakit lain. Asma Dyah kambuh saat udara panas bukan udara dingin seperti asma pada umumnya. Menurut dr Imelda Magaritha asma adalah gangguan pernapasan karena alergi. Gangguan itu berupa penyempitan saluran pernapasan yang menghambat udara keluar dari paru-paru. Asma dapat kambuh jika sistem kekebalan terpicu oleh penyebab alergi. Penyebab alergi berbeda setiap individu, misalnya alergi susu sapi, udara dingin, debu atau stres.
Ketika upaya penyembuhan secara medis tak menggembirakan, Ida mencoba pengobatan tradisional. Atas saran kerabatnya, ia memberikan berbagai obat tradisional seperti hati kelelawar, hati kura-kura, dan hati unta pada waktu yang berbeda. Dosisnya 50 gram 3 kali sehari. Sayang, kesembuhan itu belum juga muncul.
Toleransi
Pada Oktober 2005, seorang rekan menyarankan untuk mencoba susu kambing. Barharap kesembuhan pada anaknya, Ida pun menuruti saran itu. Ia memesan 10 liter dengan harga 15.000 per liter. Susu kambing dikemas 200 ml, Ida mesti memanaskannya sebelum memberikan susu itu kepada Dyah. Sekali minum Dyah menghabiskan 200 ml dengan frekuensi 3 kali sehari. Efek terlihat pada 3 bulan pertama. Batuk pada malam hari mereda dan napas tersengal tidak terdengar lagi.
Setelah 3 bulan mengkonsumsi susu kambing, asupan puyer antialergi dihentikan. Pada 3 bulan kedua susu kambing diberikan hanya 2 kali sehari. Untuk selanjutnya sampai sekarang Dyah tetap meminum susu kambing, tapi cukup sekali sehari. Setelah rutin mengkonsumsi susu kambing, setahun terakhir asma Dyah tidak pernah kambuh. Tidak ada lagi acara bolak-balik ke rumahsakit. Nebulizer yang setia memberi oksigen pun teronggok di sudut kamar.
Yang terpenting, gadis cilik berusia 9 tahun itu sudah bisa tertawa lepas saat bermain dengan teman-temannya. Tidak akan terdengar lagi larangan ibunya untuk menahan tawa dan gerakan kala asyik bermain. Bagaimana duduk perkara susu kambing mengobati asma? dr Imelda Margaritha menuturkan susu kambing meningkatkan daya tahan tubuh. Itu lantaran kandungan mineral berupa magnesium, klorida dan selenium yang bagus untuk metabolisme tubuh.
Susu kambing biasanya dikaitkan dengan asma karena alergi susu sapi. Jika seseorang alergi susu sapi, sebenarnya dia alergi dengan gula atau protein dalam susu sapi atau dikenal dengan sebutan ? A1 kasein; susu kambing, betakasein. Susu kambing hanya mengandung 4-4,1% gula laktosa sehingga masih ditolerir untuk orang yang alergi laktosa. Bandingkan dengan kadar laktosa susu sapi yang berkisar 4-7% Jadi, penderita asma sembuh atau reda setelah minum susu kambing, berarti dia alergi dengan komponen yang ada pada susu sapi atau produk dari susu sapi. Jika tidak reda, maka pemicu asma bukan karena alergi dengan komponen tadi.
Susu kambing bisa dikonsumsi dalam bentuk cair, bubuk bahkan tablet. Dalam hal kestabilan zat aktif (protein, mineral, vitamin), susu kambing tablet lebih stabil daripada bubuk dan cair. Apa pun pilihannya, susu kambing terbukti mujarab mengatasi asma seperti yang dialami Sekar Ayu Dyah Larasati. (Nesia Artdiyasa)
dikutip dari http://www.trubus-online.com/
Minggu, 21 September 2008
Langganan:
Postingan (Atom)
