Rabu, 25 November 2009

Hujan Deras

Anak ketigaku, Amirah menangis ketika bangun tidur tidak mendapati Uminya yang sedang liqo'. Memang hari rabu jatahku untuk momong. kugendong, kubujuk tak diam juga. masih sesenggukan. tiba-tiba mbah Slamet ngater bancakan dari pak Madi. kucoba untuk mengalihkan perhatian Amirah kepada bancakan. Nah ada pisang raja kesukaannya. habis, minta lagi. nah mulai reda kekesalannya. Kutawari makan sekalian, eh mau. Walaupun tak banyak cukup lumayan buat mengurangi rewelnya. Tiba tiba 2 kakaknya datang. Kompak minta ijin untuk berhujan-hujan yang memang mulai turun. Setelah yakin keduanya sudah sholat kuberi ijin mereka bertiga untuk berhujan-hujan (sebagaimana biasanya). Cerianya mereka. Bersyukurlan anakku engaku kuberi kesempatan untuk lebih mengenal alam pemberian Tuhan. Agar engkau kelak mudah memahami kekuasaan Allah atas semua yang ada di langit dan di bumi. Sambil menunggu mereka puas, kujerang air. Setelah dirasa cukup kupanggil anak2ku. kusuruh mereka mandi. Amirah dimandikan aisyah, lainnya mandi sendiri. Kuajarkan mereka kemandirian agar mereka kelak lebih mudah memahami bahwa hidup penuh dengan tantangan. air sudah mendidih, kutawarkan pada mereka mau minum apa. Ais dan Aufa kompak minta kopi susu, Amirah minta susu. Selesai mandi siap pula minumannya. Segaaar. Aku sendiri buat kopi karena teh kebetulan habis. Enaaak. Alhamdulillah ya Allah. kau karuniakan kenikmatan yang sedemikian melimpah. Semoga semuanya menjadi barokah. tak ada alasan apapun untuk tidak bersyukur atas limpahan nikmatMu Ya Allah. Jadikanlah kami sebagai hamba yang bersyukur. Amin.

Tidak ada komentar: